Bengkulu selain terkenal memiliki keindahan alam yang jadi objek wisata andalan, daerah ini juga mempunyai beragam tarian adat yang menarik untuk ditonton. Mungkin beberapa nama tarian ini asing di kuping kita. Nah, supaya kamu tahu apa saja tarian adat Bengkulu yang masih ada hingga sekarang, simak ulasannya berikut ini ya.

1. Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur Sirih merupakan salah satu tarian adat Bengkulu yang termasuk ke dalam tari persembahan yang ditujukan untuk menyambut tamu kehormatan. Di Indonesia, tiap daerah umumnya memiliki tarian persembahan dan tari sekapur sirih adalah salah satu tarian kebanggaan masyarakat Bengkulu.

Jumlah penari yang membawakan tarian ini ada lima orang dan bisa juga lebih tetapi harus ganjil karena satu dari penari tersebut akan membawa lengguai yang berfungsi untuk tanda penyambutan tamu kehormatan. Lengguai tadi akan diberikan kepada tamu kehormatan.

Zaman dulu, tarian ini dibawakan untuk menyambut raja atau pangeran. Sekarang ini tari sekapur sirih dibawakan juga dalam acara pernikahan. Lengguai untuk acara pernikahan akan diberikan pada sang mempelai.

Tari sekapur sirih ini diiringi alat musik yang merupakan perpaduan antara suling, kulintang, gong, dan redap. Diiringi alunan musik, para penari yang berbalut busana serta atribut lain khas dari daerah Bengkulu akan menari dengan lemah gemulai.

2. Tari Tabot

Tabot merupakan tarian adat Bengkulu yang terinspirasi dari cerita kepahlawanan dan kehebatan Husein Bin Ali Abi Thalib yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW. Tari tabot menceritakan Husein Bin Ali Abi Thalib yang melakukan perang di Padang Karbala, Irak, melawan Ubaidillah bin Zaid.

Tari Tabot dibawakan sebagai penghormatan kepada keturunan Syeh Buhanuddin yang merupakan Imam Senggolo. Beliau juga mempunyai cucu yang akhirnya menjadi keluarga Tabot. Tabot hanya akan ditampilkan pada tiap tanggal 1 hinga 10 Muharram pada tiap tahunnya.

Para penari tari tabot terdiri dari sekelompok laki-laki dan perempuan yang membawa properti berupa tongkat yang memiliki hiasan atau pernak-pernik di ujungnya. Tari Tabot merupakan tarian adat Bengkulu yang dilestarikan oleh penduduk Bengkulu.

3. Tari Andun

Tari andun secara garis besar memiliki maksa sebagai ucapan rasa terima kasih atau puja-puji kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah. Para penampil tarian ini adalah laki-laki dan perempuan. Tarian ini dibawakan pada beragam acara adat juga acara informal, seperti pernikahan.

Ada keunikan dari tari andun ini. Pada zaman dahulu di awal penciptaan tarian ini, tari andun merupakan ajang pencarian jodoh untuk para muda-mudi di sana. Oleh karena itu tarian ini lebih banyak dibawakan secara berpasangan.

Tak jarang juga tarian ini dibawakan oleh perempuan yang belum menikah. Tarian ini dilakukan di malam hari acara pernikahan. Alat musik yang mengiringi tarian ini adalah alat musik tradisional Kolintang. Tarian ini kini berubah fungsi sebagai tarian untuk menyambut tamu juga acara pernikahan.

Busana yang dikenakan untuk menari juga sangat sederhana. Untuk penari laki-laki bisa mengenakan baju adat, Jas/blazer dan sarung, serta mengenakan peci atau topi adat. Sedangkan penari perempuan bisa menggunakan kebaya atau baju adat lainnya.

4. Tari Kejai

Pernah mendengar Tari Kejai sebelumnya? Tarian adat Bengkulu ini adalah tarian tradisional yang ketenarannya sudah merambah hingga dunia internasional. Kejai sudah mengikuti beragam pementasan besar. Masyarakat Bengkulu masih menganggap tarian ini sakral dan mengandung mistis.

Tari Kejai juga hanya akan dibawakan pada acara-acara tertentu saja, yaitu saat panen raya. Para penari yang membawakan tarian ini adalah kaum laki-laki dan perempuan yang telah mahir dalam hal menari. Keunikan tarian ini yaitu hanya dilakukan saat malam hari saja di bawah cahaya lampu lampion.

Para penari akan menari sambil membentuk lingkaran dan berhadap-hadapan. Mereka menari dengan diiringi musik yang dibawakan oleh alat musik bambu, contohnya kolintang, gong, dan seruling. Berbeda dari tarian lain, Tari Kejai harus disertai oleh pemotongan kerbau atau sapi.

Tak mengherankan jika tarian ini hanya dilakukan oleh keluarga yang mampu. Adapaun ketentuan tarian Kejei di antaranya adalah dilakukan minimal 3 hari berturut-turut, mengundang marga lain yang berbeda dengan marga tuan rumah dan melayani tamu dengan baik.

5. Tari Bubu

Terinspirasi dari tradisi masyarakat Bengkulu ketika menangkap ikan menggunakan bubu, terciptalah salah satu tarian adat Bengkulu yang bernama Tari Bubu. Kegiatan menangkap ikan menggunakan alat ini masih bisa dijumpai di daerah Provinsi Bengkulu.

Biasanya penari tari babu adalah laki-laki dan perempuan dengan jumlah yang genap. Jumlah penari tak dibatasi tetapi harus genap. Busana yang dipakai oleh penari adalah pakaian adat Bengkulu yaitu baju kurung yang memiliki warna kontras dan terang.

Pakaian penari juga kain songket yang memiliki motif dengan dominasi warna emas. Para penari juga menggunakan penutup kepala yang mirip dengan siger yang sudah dimodifikasi. Untuk penari laki-laki sebagai penutup kepala mengenakan kain songket dengan warna yang sesuai dengan pakaiannya.

Yang menjadi ciri khas Tari Bubu ini adalah iringan musiknya. Alat musik yang digunakan adalah campuran antara alat musik tradisional dengan alat musik modern, contohnya gendang, akordian, gitar dan bass. Tempo musiknya cukup cepat menyesuaikan dengan alur gerakan Tari Bubu yang energik.

6. Tari Napa

Tari Napa merupakan tarian yang berasal dari Bengkulu Selatan. Napa umumnya dihadirkan di acara-acara adat ataupun sebagai tarian penyambutan. Terkadang juga tari adat Bengkulu ini dibawakan untuk memeriahkan acara di hari-hari besar. Tarian warisan nenek moyang ini masih terjaga kelestariannya.

Para penari terlihat berwajah garang dengan sorot mata yang tajam. Mereka menarikan gerakan seperti jurus pencak silat. Namun tak jarang, para penari membawa senjata tajam dan benar-benar berkelahi. Tari Napa menceritakan pertarungan dua orang yang mengadu kekuatan.

Biasanya tarian ini dibawakan di hari pesta pernikahan di siang hari. Terkadang sebelum Tari Napa, disajikan dahulu tari dendang. Menurut beberapa orang, kalau tari napa tak didahului tari dendang jadi tidak sah.

7. Tari Ganau

Salah satu tari adat Bengkulu yang memiliki banyak penggemar di kalangan masyarakat lokal adalah Tari Ganau. Fungsi dari tari ganau adalah untuk dimainkan dalam berbagai acara adat, tari persembahan saat ada tamu atau media hiburan.

Yang menjadi ciri khas tarian ini adalah alur gerakan tariannya yang memiliki tempo yang lambat tapi kemudian berubah jadi cepat. Kaki para penari dihentakkan secara bersamaan dengan formasi yang kompak sehingga terlihat menarik.

Tari Ganau diiringi oleh beberapa alat musik, di antaranya gendang, rebab, dan mandolin. Sekarang ini banyak seniman tari yang sudah melirik Tari Ganau untuk dipromosikan hingga ke mancanegara.

8. Tari Sendratari Putri Gading Cempaka

Tarian ini merupakan tarian adat Bengkulu yang terinspirasi dari cerita rakyat yaitu Sendratari Putri Gading Cempaka yang mengisahkan putri tercantik yang berasal dari Bengkulu Utara. Cerita rakyat ini diabadikan dalam bentuk cerita, teks dan tarian.

Sendratari Putri Gading Cempaka sampai sekarang masih sering dibawakan dalam acara-acara kebudayaan di Bengkulu. Gading Cempaka merupakan kisah cinta. Tarian ini dibawakan dalam bentuk drama tari atau secara berkelompok.

Penari yang membawakan tarian ini adalah perempuan dan laki-laki yang berpakaian adat Bengkulu. Satu dari perempuan tersebut memerankan tokoh sang putri. Berbentuk sendratari, maka jumlah pemerannya atau penarinya banyak sekali.

9. Tari Lanan Belek

Satu lagi tarian adat Bengkulu yang terinspirasi dari cerita rakyat Provinsi Bengkulu. Tarian ini menceritakan kisah seorang bidadari yang selendangnya hilang sehingga tertinggal di bumi.  Seorang pemuda mengambil selendang tersebut saat para bidadari sedang mandi.

Terpaksa bidadari yang kehilangan selendangnya harus tinggal di bumi jadi dia tidak bisa kembali ke kayangan. Akhirnya sang bidadari tinggal bersama pemuda tersebut hingga dia akhirnya menemukan selendang itu. Dia pun meninggalkan pemuda itu dan akhirnya jadi sebuah inspirasi untuk tarian.

10. Tari Bidadari Teminang Anak

Asal tari bidadari teminang anak dari Rejang Lebong. Tarian bidadari teminang anak ini dibawakan oleh para laki-laki dan perempuan yang berjumlah 8 hingga 16 orang. Mereka mengenakan pakaian lengkap dengan selendang dan penutup kepala.

Salah satu penarinya memakai pakaian yang berbeda untuk memerankan orang bumi yang diangkat jadi anak. Dalam balutan pakaian khas rejang lebong, para penari menari dengan dinamis. Menurut cerita pencipta tariannya, sebagai generasi penerus kita harus melestarian tarian ini sampai ke anak cucu.

Mungkin sebagian dari kita masih belum begitu familiar dengan nama-nama tarian adat Bengkulu ini. Hal itu karena tarian ini jarang muncul di layar televisi. Supaya generasi selanjutnya bisa tahu tarian ini, kalian harus ikut melestarikannya.

Previous articleStasiun Kiaracondong, Tempat Keberangkatan KA Ekonomi
Next articleSarinah, Mal Tertua di Jakarta yang Kini Buka Lagi