Dikelilingi julangan bukit-bukit batu yang beberapa di antaranya dimanfaatkan sebagai kuburan, Tana Toraja tak hanya terkenal dengan tradisinya yang unik. Kawasan ini juga menyimpan ragam kuliner yang menarik untuk dicoba.

Bila berkesempatan ke sana untuk liburan selanjutnya, sempatkan untuk setidaknya mencicipi beberapa menu khas berikut ini.

1. Pa’piong

Pa’piong adalah hidangan yang dimasak di dalam buluh bambu. Bersama daun-daunan yang dalam bahasa setempat disebut sebagai bulunangko, potongan daging kerbau, ayam, atau babi dimasak di dalam buluh bambu bersama darah hewan yang digunakan, jahe, bawang putih, batang serai, dan parutan kelapa. Setelah semua bahan bercampur di bambu, buluh dikukus di atas api selama beberapa jam hingga daging empuk.

Foto: Instagram @stayhungry.id

Sesudah matang, buluh bambu dibelah dan harum aroma serai akan segera memenuhi penciuman. Masakan eksotis ini paling nikmat disantap bersama sambal ulek khas Toraja bernama tutu’ lada yang terbuat dari cabai rawit, tomat, dan bawang putih yang diulek kasar.

2. Pamarrasan

Pamarrasan adalah bumbu masak sejenis kluwek yang biasanya digunakan untuk membuat rawon. Sama-sama dapat menghitamkan masakan, warga setempat mengolahnya dengan daging, sehingga wujudnya merupakan perpaduan antara rawon – karena kuah hitamnya – dan rendang karena gravy-nya yang pekat.

Foto: Instagram @katokkonmerdamangajun

Tergantung daging yang digunakan, ada tiga jenis pamarrasan yang bisa kamu coba, yaitu tollo pamarrasan dengan daging babi, pare pamarrasan dengan daging sapi, dan pamarrasan tedong dengan daging kerbau.

3. Kapurung

Kuliner yang juga terkenal di Makassar ini berupa hidangan berkuah kuning cair dengan rasa asam yang menyegarkan. Makanan ini berbahan dasar sagu atau tepung sagu yang kemudian dilarutkan dengan air panas. Setelah mengental, adonan tersebut dibentuk bulat-bulat seperti bakso.

Foto: Instagram @misstamchiak

Mirip dengan papeda yang lazim disantap di Papua, kapurung disajikan dengan potongan daging ayam atau udang, jantung pisang, dan kacang-kacangan. Disajikan dalam keadaan hangat, kapurung sangat cocok disantap di tengah cuaca Toraja yang sejuk.

Tips

Bila khawatir dengan makanan Toraja yang tidak halal, di Rantepao, terutama di sekitar pasar, banyak warung makan milik orang Jawa yang biasanya menjajakan pecel ayam dan warung milik orang Makassar yang menyajikan coto.

Teks: Melinda Yuliani

Previous articleJepang Berencana Buat Kuota Masuk Harian untuk WNA
Next articlePribadi Coffee & Eatery Jaksel Lokasi & Harga Menu Terbaru