15-21 Januari 2018
Selain digelar untuk mengenang Santo Niño (kanak-kanak Nabi Isa), perayaan budaya ini diisi dengan aneka tarian dan parade kostum khas suku Aetas (atau yang kerap disebut suku Ati). Sebagian besar peserta festival mencoreng sekujur tubuh mereka dengan arang serta mengenakan aksesori warna-warni dari bulu dan tulang binatang. Di hari terakhir festival, ribuan warga melakukan arak-arakan dari Katedral Kalibo ke Pastrana Park dengan membawa obor dan berbagai patung Santo Niño.

Previous articleDago Dreampark, Taman Rekreasi Seru dan Terlengkap di Bandung
Next articleDanau Buatan Trail Run 2022 Digelar Juni, Simak Cara Daftarnya