Bar-bar berkonsep unik ini justru menyembunyikan letaknya dan kadang ada kata sandi yang harus diucapkan pengunjung untuk dapat memasukinya.

  1. Hemingway Speakeasy Lounge and Cigar Bar

Konsep speakeasy pada masa Prohibition Era benar-benar diterapkan di sini. Tidak ada papan nama dan seakan tersembunyi di keriuhan Jalan Senopati, tempat ini dapat melalui Kingsman yang merupakan penjahit jas. Setelah menunggu beberapa saat, seorang pemandu akan mengajak pengunjung ke sebuah kamar ganti yang di dalamnya terdapat pintu menuju bar. Interiornya bergaya klasik dengan sofa sofa kulit, serta terbagi menjadi dua area, yakni lounge untuk menikmati makanan dan minuman, serta bar untuk menghisap cerutu, sambil mendengarkan jazz klasik secara live setiap akhir pekan. (Buka Senin-Sabtu pukul 17:00 – 01:00, Jl. Senopati Raya 92, Kebayoran Baru, T. 021- 29043996)

  • The Prohibition Chophouse and Speakeasy Bar
  • Pemilihan warna-warna solid dan material kayu berpadu dengan lampu temaram, mural, dan alunan swing jazz, lemari penyimpanan minuman beralkohol di bar dapat berputar otomatis ketika pelayan menyerukan kata “police!” dan seketika berganti dengan dinding polos bertuliskan “Prohibition”. Beberapa pilihan menu yang tercetak di dalam buku vinil setebal 13 halaman ini adalah aneka cocktail, seperti Whiskey Sour (Bourbon yang dicampur jus lemon dan sirup maple) dan Old Fashioned (Bourbon yang dicampur Angostura), serta hidangan khas Amerika dengan penyajian ala Prancis. (Buka Senin-Sabtu pukul 17:00 – 02:00, Plaza Senayan Arcadia Lantai 2 Unit X No. 215-217, Jl. New Delhi 9, T. 021-57901295)

  • Bau-Haus 1933
  • Bau-Haus 1933 berlokasi di lantai bawah tanah The East Plaza, yang dari luar hanya tampak lorong dengan anak tangga menurun. Ruangannya tersembunyi di balik pintu kaca yang lebih mirip pintu darurat. Hal ini disengaja untuk menghidupkan suasana Prohibition Era, di mana konsep pintu tersebut untuk mengelabui petugas yang akan melakukan razia. Interiornya bernuansa bohemian Jerman dengan ornamen kayu. Perangkat makannya pun menggunakan bahan kuningan bergaya vintage, sedangkan area barnya dipenuhi botol botol minuman beralkohol. Selain aneka cocktail, seperti Kentucky 1920’s, HAUS No.1, hingga Al Capone yang disajikan dalam toples kecil dan dibungkus paper bag, bar ini juga menghidangkan menu-menu fusion Asia kreasi Chef Edo Widjaja. (Buka Senin-Sabtu pukul 16:00 hingga 01:00, The East Plaza Lantai Basement, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Mega Kuningan Kav. E3.2 No. 1, T. 021-29527173)

    Previous articleE-Tilang, Apa Itu? Simak Cara Bayar Denda di ATM BRI
    Next article10 Tempat Wisata di Rusia yang Wajib Dikunjungi