Kabar mengejutkan datang dari Restoran Rindu Alam di Puncak, Bogor. Restoran yang sudah berdiri sejak 1980 ini akan ditutup menyusul habisnya kontrak sewa lahan di tahun 2020. Restoran Rindu Alam memang dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah dibongkar nanti, rencananya lahan ini akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau.

Di masa kejayaannya, Restoran Rindu Alam merupakan tempat wajib untuk dikunjungi saat berwisata ke Puncak. Lokasinya yang strategis di pinggir jalur utama Bogor-Bandung menjadikan restoran ini tempat peristirahatan yang sempurna. Apalagi, restoran ini memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Berada di ketinggian 1.444 meter di atas permukaan laut, Restoran Rindu Alam sering disebut-sebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kebun teh di lereng bukit. Tidak heran, tempat duduk di balkon yang menghadap langsung ke arah perkebunan teh ini kerap kali menjadi rebutan para wisatawan.

Pengunjung Restoran Rindu Alam juga bukan hanya datang dari kalangan masyarakat biasa. Dulu, restoran ini banyak didatangi pejabat negara dan tokoh-tokoh penting lainnya. Beberapa orang yang tercatat pernah berkunjung ke restoran ini adalah Soeharto, Try Sutrisno, Hamzah Haz, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Kabarnya, banyak wisatawan asing dari Asia dan Eropa juga pernah datang ke Restoran Rindu Alam.

Restoran Rindu Alam (Foto: Abdul Rohman Rohman)

Setelah Tol Cipularang yang menghubungkan Jabodetabek dan Bandung selesai dibuat tahun 2005, terdapat penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan di Restoran Rindu Alam. Jika dulu pengunjung harus antre untuk mendapatkan kursi, beberapa tahun belakangan ini meja-meja lebih banyak kosong. Selain itu, harga makanan khas Sunda yang lumayan mahal pun ikut membuat wisatawan ragu berkunjung ke Restoran Rindu Alam. Apalagi menu makanan di restoran ini tidak banyak mengalami perubahan sejak awal dibangun sehingga tidak lagi cocok di lidah wisatawan. Banyaknya tempat makan baru di sepanjang jalan menuju Puncak mulai dari Gadog, Ciawi, hingga Cisarua juga turut berkontribusi pada berkurangnya jumlah pengunjung Restoran Rindu Alam.

Namun, sepinya pengunjung ternyata bukan menjadi alasan ditutupnya Restoran Rindu Alam. Adam Adjie selaku cucu pendiri Restoran Rindu Alam, Jenderal TNI Ibrahim Adjie, mengaku bahwa restoran ditutup karena kontrak sewa tanah yang sudah habis. Bahkan, Adam Adjie menyatakan restoran bisa saja kembali beroperasi.

“Memang sudah habis sih (kontrak), memang lagi diurusin lagi, cuma memang lagi pelan-pelan aja. Tutup sementara dulu, kalau memang dikasih izinnya, ya kita buka lagi,” katanya seperti dilansir dari Kompas.com (26/02/2020).

Sebelumnya, Restoran Rindu Alam juga pernah akan dibongkar di akhir tahun 2017. Meski kontrak sewa lahan resmi berakhir tahun 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan kontrak hanya sampai 2017. Pengadilan Negeri Bandung bahkan telah memutuskan bahwa Restoran Rindu Alam harus dikosongkan per tanggal 30 November 2017. Namun pihak Restoran Rindu Alam akhirnya mengajukan gugatan hingga rencana pembongkaran ini dibatalkan. Namun kini dengan berakhirnya kontrak masa sewa, bisakah Restoran Rindu Alam kembali memperpanjang masa hidupnya?

Teks: Levana Florentia | Editor: Melinda Yuliani

Previous articleEmirates Tingkatkan Pengamanan bagi Penumpang dan Staf Maskapai
Next articleDi Satoe Uduk, Nasi Uduk Naik Kelas Jadi Makanan Mewah