Walau kalah pamor dengan kota-kota tetangganya, Kediri menyimpan banyak tempat wisata alam yang tak kalah menawan. Salah satunya adalah Bukit Kura-kura Ongakan di lereng Gunung Kelud, tepatnya di Desa Besowo, Kecamatan Kepung.

Bukit ini terbentuk karena erupsi besar Gunung Kelud pada 2014 lalu, dan baru dibuka sebagai tempat wisata sejak 2016. Dinamai demikian karena pemandangan yang tersaji berupa jajaran bukit yang bentuknya seperti tempurung kura-kura.

Foto: Instagram @ahmad_anjarwicaksono

Bukit ini sendiri terbilang hidden gem di Kediri, karena belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaannya. Meski demikian, sejumlah warga setempat kerap melewatkan akhir pekan di sana. Tak heran, karena pemandangan di sini memang luar biasa menawan.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, kamu akan dimanjakan dengan deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. Namun, daya tarik utamanya tentu saja pemandangan di puncak.

Foto: Instagram @rifa_laudzaa

Dari ketinggian, kamu bisa menyaksikan indahnya gugusan bukit hijau sejauh mata memandang. Tak hanya itu, kamu bisa melihat Waduk Selorejo, Gunung Kawi, atau bahkan Gunung Arjuna dan Anjasmoro di kejauhan.

Menuju Bukit Kura-kura Ongakan

Perjalanan kemari bisa kamu tempuh dengan naik kendaraan bermotor ataupun sepeda. Opsi terakhir bisa kamu pilih bila ingin sekalian olahraga. Terlebih, kamu bisa mengayuh sepeda saat melintasi hutan pinus. Jalurnya cukup panjang, dan kamu bisa berhenti di spot-spot tertentu untuk mengambil foto dengan latar hutan pinus.

Foto: Dok. Google Maps/Arif Usman

Bila berangkat dari Alun-alun Kediri, jarak tempuhnya sekitar 40 km hingga sampai gerbang masuk. Kalau dirasa tak sanggup mengayuh sepeda sejauh itu, kamu bisa mengambil titik start yang lebih dekat, tergantung kemampuan fisik dan stamina masing-masing.

Setelah perjalanan jauh melewati permukiman warga hingga melintasi jalur terjal di hutan pinus, tibalah kamu di puncak bukit. Kamu bisa mengistirahatkan kaki sejenak sembari menikmati hawa sejuk khas pegunungan. Opsi lainnya, kamu bisa menuju sejumlah gardu pandang yang tersedia untuk berfoto.

Foto: Dok. Google Maps/Dedy F.Kurnain

Bila tertarik kemari, jangan datang terlalu sore karena suasananya sepi. Selain itu, tak ada pencahayaan di sepanjang jalur melintasi hutan sehingga cukup berbahaya. Lagipula kamu akan kesulitan mengambil foto karena langit yang mulai gelap.

Siapkan pula losion antinyamuk bila ingin menjelajahi hutannya. Untuk berjaga-jaga bila tidak ada warung yang buka di lokasi, bawalah sendiri bekal makanan dan minuman. Terakhir, pastikan sepeda dalam kondisi prima karena akan melalui medan yang cukup terjal.

Teks: Melinda Yuliani

Previous articleJuli 2020, 370 Properti Reddoorz di Indonesia Akan Terima Sertifikasi HygienePass
Next articleTepi Danau Bandung Lokasi dan Harga Tiket Masuk Terbaru