PERNAH kena tilang? Jangan deh. Lebih baik santun berkendaraan di jalan. Ikuti aturan lalu lintas. Siapkan surat izin mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kedua surat itu harus dibawa setiap saat. Lupa membawa kedua surat tersebut, bila ketahuan siap-siap untuk ditilang. Nah, tilang sekarang agak berbeba dengan zaman dulu. Sekarang ada yang namanya E-Tilang alias tilang elektronik, yakni tilang melalui online.

E-tilang tidak mengharuskan pengendara yang kena tilang ikut sidang tilang lagi di pengadilan negeri. Kalau di Bandung di Pengadilan Negeri Jalan Martadinata. Biasanya jadwalnya setiap hari Jumat.

Di Bandung, E-tilang itu sudah diberlakukan. Ketika pengendara terpergok melanggar, polisi akan memberhentikan kendaraan tersebut. Dia akan ditawari, apakah ikut sidang atau akan membayar denda sesuai prosedur E-tilang, yakni membayar denda di Bank BRI.

Surat tilang. | Foto serbabandung.com

Jika prosedur E-tilang yang dipilih, polisi yang menilang akan memasukkan data dalam aplikasi handphone yang telah disiapkan. Petugas  juga akan menanyakan nomor telepon kepada pengendara yang ditilang. Nomor yang diberikan sebaiknya nomor telepon yang aktif dan dibawa saat itu.

Hal itu penting karena pengendara akan menerima SMS nomor BRIVA atau virtual account sebagai akun untuk pembayaran tilang. SMS itu juga akan memberitahukan ke pengendara berapa denda yang harus dibayar. Denda yang harus dibayar sesuai pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. SMS itu akan sampai beberapa saat setelah petugas memasukkan data.

Bayar E-tilang di BRI

Pengendara yang kena tilang akan mendapatkan surat tilang berwarna biru. Setelah mendapatkan SMS, pengendara sebaiknya segera membayar denda di ATM BRI atau ke teller Bank BRI yang terdekat. Setelah membayar balik lagi ke lokasi tempat penilangan, dan memberikan bukti struk pembayaran lewat ATM atau teller. SIM atau STNK yang disita bisa diambil setelah polisi memeriksa struk pembayaran.

Pembayaran denda E-tilang harus dibayar saat itu juga. Jika tidak, takutnya polisi yang menilang sudah tidak ada di tempat. Sebetulnya dalam SMS yang diterima pelanggar disebutkan bahwa pembayaran maksimal 4 hari sebelum waktu sidang. Apabila tidak menemukan petugas penilang, pelanggar bisa mencari SIM atau STNK yang disita ke Polsek di mana penilangan terjadi.

Persoalannya jika pelanggar bukan nasabah BRI dan saat penilangan terjadi pada hari libur. Bank BRI sebagian besar tutup dan ATM bank lain banyak yang belum bisa melakukan transaksi pembayaran denda maka pembayaran denda harus ditunda keesokan harinya.

Begini cara pembayaran di ATM BRI. Masukkan kartu ATM, ketik PIN, kemudian tekan pembayaran. Di pembayaran pilih BRAVIA. Kemudian masukan nomor pembayaran tilang. Di layar selanjutnya keluar nama pelanggar dan denda yang harus dibayar. Tekan “ya”. Pastikan ATM tersebut mengeluarkan struk pembayaran. Tunggu hingga struk pembayaran keluar. Struk ini sebagai bukti bahwa pelanggar telah membayar denda.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis yang ditilang di kawasan Pasar Kordon, di pertigaan Jalan Ibrahim Ajie – Terusan Margacinta, Bandung, Sabtu (21/5). Semoga bermanfaat. *

Previous article7 Makanan Khas Thailand Utara Ini Unik dan Tak Ada di Wilayah Lain
Next articleBar-bar Unik di Jakarta