Setelah India melakukan isolasi penuh untuk mencegah penyebaran corona lebih luas pada 25 Maret 2020, Indian Railways memutuskan untuk menangguhkan semua kereta penumpang di seluruh penjuru negara sampai 14 April 2020, menandai suspensi pertama kereta tersebut selama 167 tahun beroperasi.

Indian Railways sendiri merupakan jaringan kereta tertua di Asia yang mengoperasikan lebih dari 20.000 kereta penumpang per harinya dari 7.349 stasiun di seluruh India. Saat ini, hanya kereta barang yang beroperasi, sementara ribuan kereta penumpang lainnya tidak digunakan.

Karena itulah pemerintah kemudian memanfaatkan kereta tersebut dengan mengubah hampir 20.000 gerbong kereta tua menjadi ruang isolasi untuk pasien virus corona.

Per 9 April 2002, kasus positif virus corona India telah mencapai 5.916 orang dengan 178 di antaranya meninggal. Meski rumah sakit di negara itu saat ini tidak terlalu padat, gerbong kereta yang telah disulap ini akan siap digunakan jika jumlah kasus terus meningkat.

“Gerbong kereta ini akan menawarkan lingkungan yang bersih dan higienis bagi pasien agar dapat pulih dengan nyaman,” kata Menteri Pereketaapian India, Piyush Goyal, melalui akun Twitter-nya. Gerbong kereta ini tidak akan berfungsi sebagai pengganti rumah sakit dan akan digunakan untuk pasien yang dites positif virus corona tetapi tidak sakit kritis.

Preparing to Combat Coronavirus: In a novel initiative, Railways has converted train coaches into isolation wards for COVID-19 patients 🛌

Now, Railways will offer clean, sanitised & hygienic surroundings for the patients to comfortably recover. #IndiaFightsCorona pic.twitter.com/miYO3LOGfN

— Piyush Goyal (@PiyushGoyal) March 28, 2020

Masing-masing gerbong ini akan dibersihkan dan diubah menjadi bangsal rumah sakit yang dapat menampung hingga 16 pasien, lengkap dengan ruang perawat, kabin dokter, dan ruang yang cukup untuk persediaan dan peralatan medis. Setiap kereta akan dikirim ke lokasi yang kasus virus coronanya terus meningkat. Otoritas kesehatan setempat akan menugaskan dokter, paramedis, perawat, dan sukarelawan untuk bertugas di sana.

Selain itu, pabrik kereta sedang meninjau kemungkinan memproduksi tempat tidur rumah sakit, tandu, troli medis, masker, pembersih, celemek, dan peralatan medis seperti ventilator, untuk digunakan di rumah sakit kereta maupun rumah sakit pemerintah lainnya.

“Sejumlah 5.000 bangsal isolasi pertama akan siap dalam dua minggu, dan bila perlu, lebih banyak gerbong lainnya akan diubah jadi rumah sakit sementara dalam waktu 48 jam,” kata Rajesh Dutt Bajpai, Direktur Eksekutif Informasi dan Publisitas untuk Badan Kereta di India.

Teks: Melinda Yuliani

Previous article10 Tempat Wisata di Guangzhou yang Sangat Memukau
Next article5 Mitos tentang Jepang yang Sebenarnya Salah Kaprah