Jembatan Pasupati menjadi ikon Kota Bandung. Jalannya menghubungkan bagian utara (Jalan Pasteur) dan timur (Jalan Surapati) Kota Bandung melewati lembah Cikapundung.

Jembatan Pasupati beroperasi sejak tahun 2005.

Pasupati merupakan jembatan terpanjang ke-2 di Indonesia setelah Jembatan Suramadu, di Madura.

Panajang Jembatan Pasupati sekitar 2,8 kilometer dan lebarnya sekitar 21,53 meter.

Keunikan jembatan ini terletak pada bagian tengahnya, yaitu terdapat satu tiang yang cukup tinggi dan ditopang dengan cable stayed sepanjang 161 meter.

Jembatan ini juga menggunakan teknologi Look Up Device (LUD).Teknologi ini merupakan perangkat khusus tahan gempa buatan Prancis. Semuanya berjumlah 76 buah.

Jembatan Pasupati adalah jembatan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi LUD sehingga menjadikannya sebagai jembatan tahan gempa pertama di Indonesia.

Jalan itu membelah mulai dari Jalan Surapati hingga Jalan Pasteur, membelah Jalan Ir H Djuanda (Dago), kemudian Jalan Tamansari. Selanjutnya Jalan Cihampelas, Cipaganti, kemudian Jalan Pasteur.

Banyak warga Bandung yang memanfaatkan gambar jembatan ini untuk berbagai keperluan, seperti untuk promosi produk.

Cable stayed adalah jembatan tanpa kaki. Di wikipedia disebutkan kekuatan jembatan itu ditopang oleh 19 kabel baja yang terdiri dari 10 kabel sebelah barat dan 9 kabel sebelah timur.

Setiap kabel isinya 91 kabel kecil yang masing-masing kabel kecil itu terdiri dari tujuh kabel yang lebih kecil lagi. Sepuluh kabel yang dipasang di sebelah barat dibuat berpasangan.

Di laman wika.co.id disebutkan jembatan ini menggunakan struktur box girder dan single box dengan lebar 21,5 meter dan ketinggian 2,5 meter. Box girder segmental memiliki berat mencapai 150 ton.

Pembangunan jembatan ini dibiayai melalu hibah dana dari pemerintah Kuwait. Setelah sempat beberapa tahun tidak terlaksana, pada 26 Juni 2005 uji coba pertama dilakukan.

Sekarang, terutama di Jalan Tamansari, di kolong Pasupati ditata oleh Pemerintah Kota, hasilnya ada beberapa taman, seperti Taman Film, Taman Jomblo, dan Taman Sakteboard yang bisa dinikmati oleh masyarakat untuk sekadar berfoto. *

Sumber: wikipedia.org

Previous article5 Mitos tentang Jepang yang Sebenarnya Salah Kaprah
Next article10 Tempat Wisata di Johor Bahru yang Wajib Dikunjungi