Dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin menurun, Jepang berencana untuk mulai melonggarkan aturan pembatasan perjalanannya. Salah satunya adalah dengan mengizinkan warga negara asing dari empat negara untuk kembali masuk ke Jepang. Negara-negara yang dimaksud adalah Australia, Selandia Baru, Thailand, dan Vietnam. Untuk mengatur perjalanan internasional ini, pemerintah Jepang akan menetapkan kuota harian sebesar 250 orang. 

Izin masuk ke Jepang ini akan diberikan untuk para pelaku bisnis eksekutif dan insinyur. Diperkirakan, kebijakan ini akan mulai berlaku pada musim panas mendatang. Gugus tugas pemerintah yang menangani virus corona akan segera menyelesaikan rincian dari rencana ini. Beberapa yang akan menjadi pertimbangan adalah berapa banyak orang dari masing-masing negara yang akan diizinkan masuk dan seberapa bebas mereka dapat bepergian di lokasi tujuan. 

Saat ini, Jepang tengah menetapkan larangan masuk untuk 111 negara dan wilayah. Pelancong yang baru berkunjung ke wilayah-wilayah tersebut dalam dua minggu terakhir juga akan ditolak masuk. Di sisi lain, sebanyak 181 negara juga tengah memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap Jepang, termasuk Australia, Thailand, dan Vietnam. Pelonggaran aturan pembatasan perjalanan ini diharapkan juga akan dilakukan negara-negara tersebut untuk Jepang sehingga dapat menciptakan situasi yang saling menguntungkan. Saat ini, pemerintah negara-negara terkait juga sedang mendiskusikan cara menjalankan rencana ini tanpa risiko penyebaran Covid-19. 

Jepang memilih Australia, Selandia Baru, Thailand, dan Vietnam dalam rencana ini dengan pertimbangan bahwa keempat negara tersebut telah berhasil mengendalikan wabah corona. Selain itu, keempat negara tersebut juga memiliki ikatan ekonomi yang kuat dengan Jepang. Bergantung pada perkembangan situasi selanjutnya, Jepang mungkin juga akan melonggarkan aturan pembatasan perjalanannya untuk negara-negara lain seperti Cina, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. 

Pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan akan membangun posko-posko tes PCR untuk orang-orang yang hendak meninggalkan Jepang. Rencana ini muncul karena beberapa negara sudah mulai membuka perbatasan mereka untuk orang-orang yang bisa menyerahkan hasil negatif Covid-19 dari tes PCR. 

Teks: Levana Florentia | Editor: Melinda Yuliani

Previous articleBangunan Heritage yang Masih Berdiri di Jalan ABC
Next article3 Makanan Khas Toraja, Sudah Pernah Coba?