RajaLari.id kembali menggelar ajang duathlon di salah satu dari destinasi wisata super prioritas yang menjadi fokus Kemenparekraf. Bila sebelumnya diadakan di Likupang dan Borobudur, kali ini ajang tersebut digelar di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

Sama seperti sebelumnya, Lake Toba Duathlon akan digelar secara hybrid, sehingga memungkinkan peserta dari luar Sumatera untuk turut serta mengikuti keseruan acara ini, meski tak secara langsung di lokasi.

Pihak penyelenggara sendiri berharap dengan kehadiran event ini, pariwisata di kawasan Danau Toba dapat terangkat. Apalagi danau tersebut tak hanya menyajikan keindahan alam, namun kawasan sekitarnya yang dihuni suku Batak Toba juga kaya budaya.

Untuk acara offline, Lake Toba Duathlon akan digelar pada 28 Agustus dengan total 150 peserta. Biaya pendaftarannya Rp400.000 per orang, sudah termasuk jersey, finisher medal, tas serut, dan donasi desa wisata di Samosir.

Sementara untuk kegiatan virtual, acaranya berlangsung mulai 28 Agustus hingga 4 September dengan total 1.850 peserta. Biaya pendaftarannya gratis, namun peserta bisa memesan add-on untuk merchandise, yakni Rp50.000 untuk tas serut, Rp180.000 untuk medali, atau Rp300.000 untuk paket yang berupa jersey, medali, dan tas serut.

Rute Lake Toba Duathlon sendiri akan dimulai dari Pantai Pasir Putih Parbaba, lalu dilanjutkan bersepeda menyusuri Jalan Raya Simanindo menuju Kantor Kepala Desa Cinta Dame. Pit stop pertama berada dekat kantor tersebut.

Setelah 10 menit beristirahat, peserta dapat bersepeda menuju Pantai Sibolazi hingga tiba di Pantai Indah Lumban Parmonangan sebagai pit stop kedua. Dari pit stop, perjalanan akan berlanjut melewati Pelabuhan Ambarita hingga tiba di Samosir Cottages untuk memarkirkan sepeda dan melanjutkan kegiatan dengan berlari. Rutenya akan melewati Pelabuhan Tuktuk Pulo, Jalan Inpres, hingga finis di Samosir Cottages.

Total jarak tempuhnya adalah 31 km bersepeda dan 3,5 km berlari. Di akhir kegiatan, peserta akan diajak berkunjung ke Desa Wisata Sigapiton.

Selama acara berlangsung, pihak panitia akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai rekomendasi Satgas Covid-19 maupun CHSE. Peserta offline juga wajib menunjukkan hasil swab antigen negatif saat pengambilan race pack.

Registrasi ditutup 28 Agustus, atau sampai slot habis. Untuk cara pendaftarannya, kunjungi laman ini.

Teks: Melinda Yuliani

Previous articleBukit Scooter, Spot Favorit untuk Menikmati Keindahan Dieng dari Ketinggian
Next articleBandung Planning Gallery, Tempat untuk Mengetahui Kota Bandung