Dupa memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual banyak negara di Asia, termasuk Vietnam. Dalam Buddhisme, dupa melambangkan etika dan moralitas, juga sebagai pengingat agar umat Buddha selalu mengikuti Jalan Tengah, jalur menuju nirwana yang ditempuh Sang Buddha agar mencapai pencerahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan dupa, beberapa desa di Vietnam sejak puluhan tahun dikenal sebagai produsen dupa bagi umat, terutama sebelum momen Tahun Baru tiba. Di Vietnam sendiri ada tiga desa penting yang sudah tenar sebagai daerah produksi dupa terbesar dan menjadi atraksi wisata yang kerap disambangi pejalan.

Desa Yen Phu

Gerbang desa Yen Phu berdiri kokoh setelah pejalan melintasi lereng Thanh Nien-Co Ngu, sebuah desa yang selain terkenal sebagai tempat pengembangbiakan ikan hias, tapi juga sudah berakar sebagai produsen dupa. Diketahui desa ini sudah melakukan perdagangan dupa sejak abad 13, yang dilakoni pedagang asal Tiongkok. Saking berkembangnya produksi dupa di Desa Yen Phu, didatangkanlah pekerja dari desa tetangga, An Duong dan Nghi Tam. Era 1980-an, industri dupa mengalami penurunan dan warga desa beralih ke pembiakan ikan hias. Namun satu dekade kemudian, keadaan mulai pulih walau hanya beberapa keluarga saja yang bertahan dengan industri ini karena pemasukan yang didapat tidaklah besar.

Desa Xa Kieu

Terletak sekitar 42 km di sebelah timur Hanoi, Desa Xa Kieu di Distrik Ung Hoa juga terkenal dengan dupanya. Tidak ada yang tahu persis kapan kerajinan membuat dupa dimulai di desa ini, tetapi para tetua adat mengatakan bahwa saat mereka berusia sekitar 6-7 tahun, mereka melihat orang tuanya kerap memotong batang bambu untuk membuat dupa.

Dupa Xa Kieu memiliki aroma yang unik karena bahan baku dipilih secara khusus dan tidak menyertakan bahan kimia apa pun. Selain membuat dupa biting/hio, masyarakat di Xa Kieu kerap membuat dupa berbentuk kerucut yang terbuat dari kombinasi pohon hutan yang terbakar, resin pohon canarium, dan bubuk batu bara. Dari November hingga Maret adalah musim terbaik untuk menjual dupa, di mana produk-produk Xa Kieu juga dikirim ke provinsi terdekat, seperti Thanh Hoa, Nam Dinh, dan Hai Duong.

Desa Hong Duong

Sama seperti Desa Xa Kieu, Hong Duong juga tidak memiliki catatan resmi sejak kapan masyarakatnya memproduksi dupa, yang jelas, industri ini sudah berlangsun selama bertahun-tahun. Termasuk dalam cakupan Distrik Thank Qai, dupa di desa ini diproduksi oleh keluarga-keluarga yang memanfaatkan peran seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Biasanya, anggota keluarga senior dan anak akan membantu hanya melakukan pekerjaan ringan, seperti memindahkan bambu atau membelahnya.

Cara Membuat Dupa

Membuat dupa bisa dikatakan susah-susah gampang, yang melewati serangkaian tahap. Bambu adalah bahan utama untuk membuat dupa, harus dibersihkan dan dimasukkan ke mesin pemotong, yang akan mengubahnya dalam bentuk stik. Sesudahnya, stik-stik ini akan dicelupkan ke pewarna, bisa warna merah, kuning, ungu, lalu siap untuk dijemur. Stik-stik yang telah kering dijemur nantinya akan diolesi pasta dupa aromatik dan siap  dibungkus.

Teks: Priscilla Picauly

 

 

 

 

Previous article10 Tempat Lumpia Semarang yang Paling Enak di Jakarta
Next article1945 Jadi Restoran Bersertifikat Halal Pertama di Hotel Bintang Lima Jakarta