Amandari, resor mewah di Ubud, Bali, akan menjadi tuan rumah untuk peluncuran buku dan pameran foto ‘Timeless Harmony’ yang berlangsung mulai 17 hingga 30 Oktober 2021. Menampilkan hasil karya fotografer Rusdi Sanad, pameran tersebut ingin menunjukkan paduan filosofi dan budaya Bali yang unik dalam desain arsitektur modern rancangan rancangan SHL Asia.

Sebagai informasi, SHL Asia merupakan perusahaan konsultan untuk arsitektur, lanskap, interior, pencahayaan, dan desain karya seni yang telah bekerja sama dengan sejumlah merek internasional, dari resor bintang lima, hotel butik, hingga vila eksklusif di Bali dan di seluruh penjuru Indonesia, serta India.

Sementara Rusdi Sanad merupakan seorang fotografer profesional yang telah berkiprah di bidang fotografi sejak 2007 dengan spesialisasi di bidang perhotelan. Karya-karyanya telah dipamerkan secara global, termasuk di Cina, Maladewa, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, Malaysia, dan Singapura.

Foto: Dok. SHL Asia/Rusdi Sanad

Lewat acara ini, pengunjung tak hanya bisa menikmati karya-karya indah dari kolaborasi SHL Asia dengan Rusdi Sanad, namun juga diundang untuk menikmati makanan ringan dan minuman yang lezat di restoran Amandari yang menghadap Sungai Ayung.

Peluncuran buku dan pameran foto ini sendiri merupakan bagian dari kerja sama Amandari dengan Ubud Writers & Readers Festival yang digelar pada 8 hingga 17 Oktober 2021. Karena itu, nantinya acara tersebut akan secara eksklusif disiarkan lewat channel YouTube Ubud Writers & Readers Festival pada 16 Oktober.

Foto: Dok. SHL Asia/Rusdi Sanad

Total ada lima bab yang tertuang dalam buku ‘Timeless Harmony’, yang masing-masing menampilkan ciri khas arsitektur yang berbeda di seluruh penjuru Bali, dari vila, hotel, hingga resor. Bab ‘Desa’ menceritakan kehidupan di desa dan menekankan pemanfaatan bahan, pola, pemilihan tumbuhan, dan implementasi karya seni.

Bab ‘Karang Awak’ mengadaptasi geguritan (puisi) kuno yang ditulis oleh seorang pengarang Bali yang sangat terkenal pada abad ke-20, Ida Pedanda Made Sidemen. Merupakan bab terpenting dari buku ini, ‘Karang Awak’ menceritakan kisah kultivasi dan refleksi diri, yang tercermin melalui setiap desain yang ditampilkan dalam bab ini.

Foto: Dok. SHL Asia/Rusdi Sanad

Bab ‘Wana’ menyoroti unsur-unsur alam dalam desain arsitektur. Sementara bab terakhir yang menutup buku ini, ‘Pesisi’, menekankan peran dan makna penting air bagi Bali dan bagaimana ia ditempatkan secara strategis dalam desain bangunan.

Melalui peluncuran buku dan pameran foto ini, SHL Asia dan Rusdi Sanad ingin menyumbangkan kontribusi mereka dalam melestarikan budaya asli Bali dengan memberikan perspektif baru untuk menikmatinya, sekaligus sebagai wadah untuk mewariskan nilai budaya lokal kepada generasi mendatang.

Teks: Melinda Yuliani

Previous articleHotel dengan Pemandangan Terindah #1: Belmond Sanctuary Lodge
Next articleRute Perjalanan Darat Terbaik di Selandia Baru