Beberapa waktu lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, mengumumkan bahwa sejumlah taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA) sudah dibuka kembali secara bertahap. Pembukaan secara berkala ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Juli.

Sejak 19 Maret, Kementerian KLHK menutup 56 kawasan konservasi yang meliputi taman nasional, taman wisata alam, dan suaka margasatwa. Kemudian bertambah pada 22 Maret, ketika Taman Nasional Komodo ditutup sementara. Saat ini sudah ada beberapa daerah yang membuka kawasan taman nasionalnya, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menyusul juga Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Bali. Nantinya, Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru (BTS), dan Rinjani akan dibuka dalam waktu dekat.

Dibukanya kembali taman nasional merupakan hasil koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan masing-masing pemerintah daerah di lapangan, melalui Unit Pelaksana Teknis Kerja Kementerian. Masing-masing taman nasional diharapkan untuk menerapkan aturan sesuai protokol Covid-19 yang sudah ditentukan.

Berbeda dengan destinasi wisata lainnya, taman nasional memiliki jadwal reguler untuk tidak beroperasi selama beberapa waktu dengan alasan untuk mengistirahatkan alam dari eksploitasi pengunjung. Berlangsungnya pandemi menjadi alasan kuat untuk menutup kawasan yang dilindungi ini untuk menghindari penyebaran virus antara satwa dengan manusia.

Teks: Priscilla Picauly

Previous articleACE Buahbatu Bidik Konsumen di Kawasan Buahbatu
Next articleAlamat Pramita Lab Klinik Ada di Sini