Sumatera Barat tak cuma terkenal akan Lembah Harau dengan panorama tebing batu granit dan air terjunnya yang indah. Di kawasan ini, tepatnya di pesisir selatan yang berbatasan langsung dengan kota Padang, kamu dapat menemukan deretan pulau mungil yang dikepung perairan pirus. Sekilas, pemandangan ini mengingatkan akan Raja Ampat. 

Teluk Mandeh, namanya. Dapat dicapai dengan berkendara sekitar 1,5 jam dari pusat kota Padang, kawasan ini terutama terkenal dengan panorama senja yang menawan, dengan matahari yang terbenam di balik pulau-pulau yang terhampar di lautan luas. 

Foto: Instagram @kharismagema
Titik terbaik untuk menikmati pemandangan ini adalah di Puncak Mandeh. Lokasinya dekat Dermaga Tarusan (dermaga di Mandeh), dan untuk ke puncaknya hanya butuh 10 menit berkendara saja. Biasanya, wisatawan datang kemari usai seharian snorkeling untuk menikmati sunset, sebelum kembali ke Padang. 

Destinasi Menyelam

Selain menikmati keindahannya di darat, kamu pun dapat menyelami perairannya yang jernih. Kawasan ini memiliki area terumbu karang seluas 70 hektar yang masih terawat dengan baik dan dihuni oleh berbagai biota laut. 

Foto: Instagram @ryan_pramayoga
Karena ombaknya tak terlalu besar, kamu dapat berenang santai atau snorkeling di sini. Sementara yang ingin lebih dalam melihat kecantikan bawah lautnya, dapat menyelam di beberapa titik terbaiknya, seperti di sisi utara dan selatan Pulau Cubadak, sekitar Pulau Sironjong, dan Pulau Nyamuk. Bahkan, di salah satu titiknya, kamu juga dapat menyelam untuk melihat kapal karam di kedalaman 27 meter. 

Untuk memudahkan berkeliling pulau, kamu dapat menyewa kapal dari warga setempat yang menyewakan kapalnya di sekitar Dermaga Tarusan. Tergantung destinasi yang ingin dikunjungi, kisaran harganya mulai Rp500.000 per kapal. 

Menurut Elfi Mahyuni, salah satu penyedia jasa sewa kapal di Mandeh (Asila Tour Mandeh T. 0852 7838 8609/0852 6578 1186), kapasitas normal kapal ini adalah 20 orang, namun selama pandemi dibatasi untuk 10 orang saja. Protokol kesehatan juga diterapkan untuk menghindari penyebaran Covid-19. 

Rutenya sendiri bervariasi, namun biasanya turis diajak melihat keindahan Teluk Mandeh dari Puncak Nona, sebelum kemudian diantarkan ke Pulau Setan untuk sekadar berenang, bermain banana boat (dengan tambahan biaya sekitar Rp25.000), atau memancing. Setelah makan siang, mereka dapat snorkeling di sekitar Pulau Sironjong, lalu mampir di Sungai Gemuruh sebelum kembali ke dermaga. 

Teks: Melinda Yuliani

Previous articleWujudkan Imajinasi di Museum 3D Amazing Art World Bandung
Next articleMengunjungi Desa Suku Asmat dan Melihat Ukirannya yang Mendunia