Bali merancangkan tiga tahapan penting dalam pembukaan kembali pariwisata dan sektor-sektor penting lainnya, di mana penerimaan wisatawan mancanegara akan berlangsung di tahap ketiga pada 11 September. Namun, rencana baik ini mengalami penundaan karena Indonesia masih dalam posisi rentan terkait penyebaran Covid-19 dan masih banyak negara yang memberlakukan larangan perjalanan internasional.

Saat ini Indonesia masih dalam kategori zona merah, dengan laju pertumbuhan kasus baru yang cukup tinggi, angka kesembuhan yang belum sesuai target, serta tingkat kematian yang masih tinggi. Pemerintah Indonesia pun masih melarang warganya untuk melakukan perjalanan internasional.

Dengan ditundanya izin berwisata bagi turis asing, pariwisata Bali akan memfokuskan pelayanan pada wisatawan domestik, yang mengalami peningkatan sejak dibuka kembali akhir Juli kemarin. Dibukanya kembali Bali bagi turis domestik tentunya dibarengi dengan pengawasan ketat dalam pelaksanaan protokol keselamatan di bandara, tempat wisata, hotel, restoran, dan industri terkait. Jika nantinya ditemukan peningkatan kasus Covid-19, bukan tidak mungkin Bali akan ditutup kembali dari kunjungan wisatawan nusantara.

Pandemi memberi dampak signifikan bagi ekonomi lokal, di mana 80 persen terpusat di sektor pariwisata. Perekonomian Bali mengalami kontraksi 10,98 persen pada kuartal kedua tahun 2020, di mana setidaknya 2.667 orang yang bekerja di sektor pariwisata kehilangan pekerjaan dan 73.631 orang terpaksa mengambil cuti tanpa dibayar.

Teks: Priscilla Picauly

Previous article10 Benteng Bersejarah di Indonesia yang Bisa Dikunjungi
Next article8 Pantai di Pacitan yang Sayang Untuk Dilewatkan